RSS

Choco Coffee Cafe

13 Jan

 

 

Akh Kakek kemana lagi aku harus pulang ?” Desah nia lemas. Kakeknya kini telah pergi untuk selamanya dan tak mungkin kembali.

Nia memandang keluar, Hujan rintik rintik membasahi jendela kaca, Matanya menerawang dan airmata menggenang di pelupuk matanya. Tangannya memegang secangkir coklat hangat, tapi tak mampu menghangatkan hatinya saat ini.

Non “ Sapa bibi sri lembut membuyarkan lamunan nindya sejenak.

Ya bi” jawab Nia sambil menyeka setitik air mata yang turun di pipinya

Eyang nitipin ini buat non “

Apa ini bi “ Tanya nia heran, tangannya menerima pemberian bibi sri.

Sebuah buku” batin Nia heran, buku lusuh, bersampul kulit. Keningnya mengernyit mencoba mengingat sesuatu, kelihatanya ia pernah melihat buku ini sebelumnya tapi entahlah mengapa saat ini ia tak bisa mengingatnya.

Non jangan sedih, saya masih disini non nggak akan pergi kemana mana, dulu saya pernah berjanji sama simbah kakung dan putri untuk menjaga non sampai akhir hayat saya.

bi…, terimakasih” tak kuasa nia menahan kesedihanya, ia merangkul bibi sri sambil menangis

Saya tak tahu bi jika tak ada bibi apa jadinya saya”

Sssst non jangan menangis lagi…nanti simbah kakung disana sedih”

Ya, bi “

…………………………………………………………………………………………………………………

Sejak kecil Nia sudah tidak merasakan lagi kasih sayang orang tua, Ayah dan Ibunya meninggal saat ia masih berumur 9 bulan karena kecelakaan. Hanya eyang putri dan kakung yang mengasuhnya dan memberi kasih sayang, kini keduanya pun sudah pergi dan tinggal bi sri yang disampingnya. Bibi Sri mengasuhnya sejak ia berumur 3 tahun sampai saat ia beranjak dewasa.

Perlahan lahan Nia membuka buku usang pemberian kakeknya, ia membuka perlahan -lahan karena tak ingin membuat buku itu rusak. Buku terakhir catatan sang eyang, tiba tiba klinting …ting bunyi logam jatuh ke lantai……..

 

Nia tertunduk “Sebuah kunci?” Tanyanya ..”Apa ini eyang?” Batin Nia sebuah

yang tersimpan dalam buku eyang kakung …

Kunci bertahtakan batu emerald hijau…

Kunci yang mengubah segalanya………………

 

Bersambung

 

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 13, 2012 in Novel

 

Tag: , , , , ,

2 responses to “Choco Coffee Cafe

  1. purwatiwidiastuti

    Januari 13, 2012 at 5:29 am

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: